Tema : Peran mahasiswa FIK dalam
mengakselerasi diri dalam menjadi perawat yang cerdas dan professional.
Perawat merupakan suatu pekerjaan yang
berhubungan dengan kesehatan dan dalam rentan kehidupannya perawat selalu
berhubungan dengan masyarakat. Dalam menjalankan pekerjaannya, perawat harus
menunjukkan sikap yang mencerminkan kelayakannya menjadi perawat, salah satunya
“caring”. Caring sendiri merupakan esensi dalam keperawatan. Caring disini
berarti peduli dan kepedulian tersebut tidak memihak, baik kepada orang yang
dikenal maupun kepada orang asing atau yang belum dikenal.
Namun di era globalisasi ini banyak
orang-orang yang sudah tidak peduli kepada orang-orang disekitarnya atau
lingkungan sekitarnya, disinilah perawat berperan yaitu peduli kepada sesama
dan lingkungan. Mulai dari hal terkecil, kepedulian dapat ditunjukkan dengan
senyum ataupun menyapa ketika bertemu dengan orang dan merujuk kepada tingkatan
peduli yang lebih tinggi seperti menolong orang ketika terkena musibah,
melakukan bakti sosial, dan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.
Tujuan utama dari keperawatan itu
sendiri adalah caring, namun masih banyak juga tenaga medis yang justru tidak
menerapkan prinsip tersebut. Contohnya tentang kebijakan rumah sakit yang lebih
mementingkan persoalan administrasi daripada keselamatan pasien. Hal ini justru
menimbulkan dampak negatif karena di beberapa kota ditemukan model rentenir
yang menawarkan “uang kilat” untuk administrasi rumah sakit, tentu dengan
pengembalian yang besar jumlahnya, sehingga di kemudian hari ini menjadi
persoalan tambahan untuk pasien atau keluarga pasien. Seharusnya tenaga medis
maupun instansi kesehatan juga menerapkan etika pelayanan keperawatan.
Oleh karena itu mengapa sejak di bangku
kuliah mahasiswa sudah diperkenalkan dengan persoalan caring. Agar untuk
kedepannya dan ketika masuk dalam dunia kerja mahasiswa benar-benar sudah dapat
mengaplikasikan prinsip caring tersebut serta mengurangi terjadinya
penyimpangan dalam praktik kesehatan.
Penerapan prinsip caring oleh perawat
tidak hanya ditujukan kepada pasien yang dirawatnya, namun juga kepada keluarga
pasien itu sendiri. Prinsip caring kepada keluarga pasien dapat ditunjukkan
dengan cara menenangkan emosi keluarga pasien ketika terjadi suatu hal kepada
pasien. Caring keluarga dapat juga ditunjukkan dengan memberi konsultasi kepada
pasien tentang keadaan pasien dan apa yang harus dilakukan keluarga pasien.
Perawat harus caring namun perawat
dilarang untuk berperan sebagai penasehat. Perawat hanya dibolehkan memberi
konsultasi-konsultasi yang sifatnya merangsang pasien atau keluarga pasien
untuk mengambil tindakan sendiri, walaupun sebenarnya perawat telah mengetahui
tindakan apa yang akan diambil oleh pasien atau keluarga pasien.
Menurut saya akselerasi disini lebih
terkesan pada masalah bagaimana mahasiswa dapat menerapkan prinsip-prinsip
keperawatan yang nantinya juga harus mereka terapkan ketika berada di
lingkungan masyarakat dan ketika mereka berperan sebagai perawat yang
sesungguhnya.
0 komentar:
Posting Komentar