Tema : Peran mahasiswa FIK dalam
mengakselerasi diri dalam menjadi perawat yang cerdas dan professional.
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia merupakan fakultas rumpun kesehatan di Universitas Indonesia yang
melahirkan para perawat yang cerdas dan professional. Para mahasiswa Fakultas
Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dituntut untuk dapat berkompeten di
bidangnya, sehingga ketika lulus nanti mereka sudah cakap dan tanggap ketika
harus menangani suatu permasalahan kesehatan. Dari Fakultas Ilmu Keperawatan
sendiri, mahasiswa sudah dibekali materi, teori, dan praktik dalam memudahkan
mereka beradaptasi secara langsung dengan dunia kesehatan dan sosialisasi
masyarakat. Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan yang nantinya pasti akan
menjadi perawat tidak hanya dibekali materi tentang keperawatan saja, namun
mereka juga dibekali materi etika keperawatan, sehingga mereka dapat membawa
diri mereka sebagaimana gambaran seorang perawat.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan
perawat itu sendiri berperan dalam memnangani masalah kesehatan di masyarakat
dan melayani masyarakat. Baik ketika mereka berperan secara medis seperti
mengobati, memeriksa, dan mengontrol kesehatan, mahasiswa serta perawat juga
berperan secara non-medis seperti ketika perawat harus bisa memberikan
kepedulian lebih kepada masyarakat atau pasien. Kapan dan dimanapun pasien
membutuhkan, perawat harus siap sedia, karena disini peran perawat tidak hanya
“curing” namun “caring”. Contohnya ketika pasien membutuhkan perawat hanya
untuk sekedar menemani atau mendengarkan ceritanya.
Saya pernah membaca di buku Fundamental
Keperawatan terjemahan dari buku Fundamental of Nursing karangan Potter-Perry
yang mengatakan bahwa pasien yang lekas sembuh adalah pasien yang dirawat oleh
perawat yang dapat membuat si pasien merasa nyaman dan merasa selalu sehat
kembali. Memang ada beberapa karakter sifat perawat, seperti perawat yang
judes, galak, dan selalu memasang muka masam serta hanya menanyakan beberapa
hal penting yang berhubungan dengan sakitnya si pasien ketika perawat ini
memeriksa kesehatan pasien. Namun ada juga perawat yang baik, lemah lembut,
sopan dan ramah serta menyenangkan. Perawat yang diharapkan oleh pasien atau
masyarakat tentu tipe perawat yang kedua, yaitu perawat yang lebih
memperlihatkan kepeduliannya kepada pasien. Kepedulian kepada pasien dapat
perawat terapkan ketika perawat memeriksa pasien. Perawat mengucapkan salam,
melakukan kontak mata dengan pasien, melakukan sentuhan kepada pasien, sedikit
berbasa-basi mengobrol, baru kemudian memeriksa keadaan kesehatan pasien dan
ketika akan keluar kamar si perawat melakukan kontak mata yang menandakan
kepedulian serta mengucapkan salam dan keluar.
Perawat harus professional dan
keprofessionalan perawat tidak hanya dilihat dari kemampuan atau skil mereka
secara akademik namun perawat professional itu dapat pula dilihat dari etika
sang perawat. Di era globalisasi ini sering terdengar istilah “hari gini ga ada
yang gratis”. Memang semua orang pasti ingin imbalan yang diterimanya sesuai
dengan apa yang sudah dilakukannya. Seperti ketika perawat mengobati atau
memeriksa pasien sudah sepantasnya perawat mendapatkan upah yang sebanding
dengan pekerjaannya. Namun perawat tidak semestinya hanya mau bekerja ketika
dibayar atau ada imbalannya, perawat harus mau, rela, dan bersedia bekerja
bagaimanapun keadaan pasiennya. Harapan saya disini, perawat harus mampu
bekerja sosial.
Untuk mencapai keberhasilan kerja sosial,
harus dimulai dari sekarang. Seperti memungut sampah yang berserakan serta
tidak membuang sampah sembarangan, menghemat air,melakukan bakti sosial dan
lain-lain. Tunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia itu calon perawat yang cerdas, berkarakter, professional, berjiwa
sosial tinggi serta cinta lingkungan.
0 komentar:
Posting Komentar