Sabtu, 10 November 2012

Perawat Untuk Masyarakat


Tema   :           Peran mahasiswa FIK dalam mengakselerasi diri dalam menjadi perawat yang cerdas dan professional.

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia merupakan fakultas rumpun kesehatan di Universitas Indonesia yang melahirkan para perawat yang cerdas dan professional. Para mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dituntut untuk dapat berkompeten di bidangnya, sehingga ketika lulus nanti mereka sudah cakap dan tanggap ketika harus menangani suatu permasalahan kesehatan. Dari Fakultas Ilmu Keperawatan sendiri, mahasiswa sudah dibekali materi, teori, dan praktik dalam memudahkan mereka beradaptasi secara langsung dengan dunia kesehatan dan sosialisasi masyarakat. Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan yang nantinya pasti akan menjadi perawat tidak hanya dibekali materi tentang keperawatan saja, namun mereka juga dibekali materi etika keperawatan, sehingga mereka dapat membawa diri mereka sebagaimana gambaran seorang perawat.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan perawat itu sendiri berperan dalam memnangani masalah kesehatan di masyarakat dan melayani masyarakat. Baik ketika mereka berperan secara medis seperti mengobati, memeriksa, dan mengontrol kesehatan, mahasiswa serta perawat juga berperan secara non-medis seperti ketika perawat harus bisa memberikan kepedulian lebih kepada masyarakat atau pasien. Kapan dan dimanapun pasien membutuhkan, perawat harus siap sedia, karena disini peran perawat tidak hanya “curing” namun “caring”. Contohnya ketika pasien membutuhkan perawat hanya untuk sekedar menemani atau mendengarkan ceritanya.
Saya pernah membaca di buku Fundamental Keperawatan terjemahan dari buku Fundamental of Nursing karangan Potter-Perry yang mengatakan bahwa pasien yang lekas sembuh adalah pasien yang dirawat oleh perawat yang dapat membuat si pasien merasa nyaman dan merasa selalu sehat kembali. Memang ada beberapa karakter sifat perawat, seperti perawat yang judes, galak, dan selalu memasang muka masam serta hanya menanyakan beberapa hal penting yang berhubungan dengan sakitnya si pasien ketika perawat ini memeriksa kesehatan pasien. Namun ada juga perawat yang baik, lemah lembut, sopan dan ramah serta menyenangkan. Perawat yang diharapkan oleh pasien atau masyarakat tentu tipe perawat yang kedua, yaitu perawat yang lebih memperlihatkan kepeduliannya kepada pasien. Kepedulian kepada pasien dapat perawat terapkan ketika perawat memeriksa pasien. Perawat mengucapkan salam, melakukan kontak mata dengan pasien, melakukan sentuhan kepada pasien, sedikit berbasa-basi mengobrol, baru kemudian memeriksa keadaan kesehatan pasien dan ketika akan keluar kamar si perawat melakukan kontak mata yang menandakan kepedulian serta mengucapkan salam dan keluar.
Perawat harus professional dan keprofessionalan perawat tidak hanya dilihat dari kemampuan atau skil mereka secara akademik namun perawat professional itu dapat pula dilihat dari etika sang perawat. Di era globalisasi ini sering terdengar istilah “hari gini ga ada yang gratis”. Memang semua orang pasti ingin imbalan yang diterimanya sesuai dengan apa yang sudah dilakukannya. Seperti ketika perawat mengobati atau memeriksa pasien sudah sepantasnya perawat mendapatkan upah yang sebanding dengan pekerjaannya. Namun perawat tidak semestinya hanya mau bekerja ketika dibayar atau ada imbalannya, perawat harus mau, rela, dan bersedia bekerja bagaimanapun keadaan pasiennya. Harapan saya disini, perawat harus mampu bekerja sosial.
Untuk mencapai keberhasilan kerja sosial, harus dimulai dari sekarang. Seperti memungut sampah yang berserakan serta tidak membuang sampah sembarangan, menghemat air,melakukan bakti sosial dan lain-lain. Tunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia itu calon perawat yang cerdas, berkarakter, professional, berjiwa sosial tinggi serta cinta lingkungan.

0 komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 10 November 2012

Perawat Untuk Masyarakat


Tema   :           Peran mahasiswa FIK dalam mengakselerasi diri dalam menjadi perawat yang cerdas dan professional.

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia merupakan fakultas rumpun kesehatan di Universitas Indonesia yang melahirkan para perawat yang cerdas dan professional. Para mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dituntut untuk dapat berkompeten di bidangnya, sehingga ketika lulus nanti mereka sudah cakap dan tanggap ketika harus menangani suatu permasalahan kesehatan. Dari Fakultas Ilmu Keperawatan sendiri, mahasiswa sudah dibekali materi, teori, dan praktik dalam memudahkan mereka beradaptasi secara langsung dengan dunia kesehatan dan sosialisasi masyarakat. Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan yang nantinya pasti akan menjadi perawat tidak hanya dibekali materi tentang keperawatan saja, namun mereka juga dibekali materi etika keperawatan, sehingga mereka dapat membawa diri mereka sebagaimana gambaran seorang perawat.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan perawat itu sendiri berperan dalam memnangani masalah kesehatan di masyarakat dan melayani masyarakat. Baik ketika mereka berperan secara medis seperti mengobati, memeriksa, dan mengontrol kesehatan, mahasiswa serta perawat juga berperan secara non-medis seperti ketika perawat harus bisa memberikan kepedulian lebih kepada masyarakat atau pasien. Kapan dan dimanapun pasien membutuhkan, perawat harus siap sedia, karena disini peran perawat tidak hanya “curing” namun “caring”. Contohnya ketika pasien membutuhkan perawat hanya untuk sekedar menemani atau mendengarkan ceritanya.
Saya pernah membaca di buku Fundamental Keperawatan terjemahan dari buku Fundamental of Nursing karangan Potter-Perry yang mengatakan bahwa pasien yang lekas sembuh adalah pasien yang dirawat oleh perawat yang dapat membuat si pasien merasa nyaman dan merasa selalu sehat kembali. Memang ada beberapa karakter sifat perawat, seperti perawat yang judes, galak, dan selalu memasang muka masam serta hanya menanyakan beberapa hal penting yang berhubungan dengan sakitnya si pasien ketika perawat ini memeriksa kesehatan pasien. Namun ada juga perawat yang baik, lemah lembut, sopan dan ramah serta menyenangkan. Perawat yang diharapkan oleh pasien atau masyarakat tentu tipe perawat yang kedua, yaitu perawat yang lebih memperlihatkan kepeduliannya kepada pasien. Kepedulian kepada pasien dapat perawat terapkan ketika perawat memeriksa pasien. Perawat mengucapkan salam, melakukan kontak mata dengan pasien, melakukan sentuhan kepada pasien, sedikit berbasa-basi mengobrol, baru kemudian memeriksa keadaan kesehatan pasien dan ketika akan keluar kamar si perawat melakukan kontak mata yang menandakan kepedulian serta mengucapkan salam dan keluar.
Perawat harus professional dan keprofessionalan perawat tidak hanya dilihat dari kemampuan atau skil mereka secara akademik namun perawat professional itu dapat pula dilihat dari etika sang perawat. Di era globalisasi ini sering terdengar istilah “hari gini ga ada yang gratis”. Memang semua orang pasti ingin imbalan yang diterimanya sesuai dengan apa yang sudah dilakukannya. Seperti ketika perawat mengobati atau memeriksa pasien sudah sepantasnya perawat mendapatkan upah yang sebanding dengan pekerjaannya. Namun perawat tidak semestinya hanya mau bekerja ketika dibayar atau ada imbalannya, perawat harus mau, rela, dan bersedia bekerja bagaimanapun keadaan pasiennya. Harapan saya disini, perawat harus mampu bekerja sosial.
Untuk mencapai keberhasilan kerja sosial, harus dimulai dari sekarang. Seperti memungut sampah yang berserakan serta tidak membuang sampah sembarangan, menghemat air,melakukan bakti sosial dan lain-lain. Tunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia itu calon perawat yang cerdas, berkarakter, professional, berjiwa sosial tinggi serta cinta lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by BloggerCandy.com