Assalamualaikum.....
*kikik-kikik dari belakang*
*lempar sepatu*
Ehm...
*rapihin baju*
*benerin dasi*
*tiup-tiup kaca mata*
*ambil sepatu yang
dilempar* #lhooooh....
Gapapa-gapapa pada ketawa ,
tau kok kenapa.. jarang-jarang ga pernah kali ya gue berbasa-basi pake
salam..maaf-maaf..
Ada juga yang bilang gue
kaya nasrani.huwaaaaaa 

Muslim tuleeeeennn....
*sejak dipinang zayn malik dengan basmallah* #plak
Whatever lah ya....
Oke,, yang pada
bertanya-tanya kenapa gue tiba-tiba sholehah gini *tanpa hijab* karena eh
karena, gue ada tugas MPK Agama Islam nih, tentang Ukhuwah Wathaniyah..
tepatnya Konflik Antar Umat Beragama Dapat Disebabkan Karena Lemahnya Ukhuwah
Wathaniyah.
Ga tau ukhuwah wathaniyah? Ngaji
dulu sonoh...!!!
Astagfirullah....
Cukup..mulai formal..
*lampu meredup*
Ukhuwah wathaniyah adalah
persaudaraan berbasis pada rasa kebangsaan dan nasionalisme. Artinya, kita
sebagai makhluk hidup tidak hanya mengedepankan bagaimana kita hidup sebagai
umat islam namun juga sebagai umat nasional. Kita hidup juga perlu memikirkan
kodrat kita sebagai umat baik yang seagama maupun yang berbeda agama, yang
hidup dalam lingkungan satu kebangsaan dan harus menjunjung tinggi kerukunan
hidup antar satu bangsa tersebut.
Kerukunan dalam ukhuwah
wathaniyah yang utama dapat dilakukan dengan cara saling toleransi dan tengang
rasa. Contohnya menghargai agama lain, karena di dalam suatu negara atau bangsa
seperti negara Indonesia, ada bermacam-macam agama tidak hanya Islam. Selain
itu juga bagaimana kita menghormati kesetaraan gender dan hak asasi manusia.
Ukhuwah wathaniyah memang
hubungan persaudaraan yang berbasis rasa kebangsaan dan nasionalisme, namun
untuk mewujudkannya harus diawali dengan ukhuwah yang paling kecil, dimulai
dari ukhuwah keluarga, kemudian masyarakat, ukhuwah umat seagama dan berlainan
agama, baru ukhuwah wathaniyah yang merupakan ukhuwah nasional.
Ukhuwah wathaniyah memiliki
manfaat untuk menciptakan persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan dalam
Islam berlandaskan Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 13 yang berbunyi:
Artinya: “ Hai manusia,
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
sumber ayat disini
Dari ayat tersebut telah
dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda bangsa dan suku dengan
harapan untuk saling mengenal dan menghargai satu sama lain demi terciptanya
persatuan dan kesatuan.
Persatuan dan kesatuan
antar umat sebangsa perlu dijaga agar tidak terjadi perpecahan dalam bangsa
tersebut seperti terjadi kerusuhan, perselisihan, permusuhan, gontok-gontokan,
bahkan kehancuran bangsa itu sendiri. Oleh karena itu perlunya kita juga lebih
mengedepankan kepentingan nasional dan bangsa daripada kepentingan suku,
golongan maupun kelompok kita. Seperti sabda Rasul “Bukan golongan kita, orang
yang membangga-banggakan kesukuan dan bukan golongan kita orang yang mati
karena \membela, mempertahankan dan memperjuangkan kesukuan.”
Setidaknya kita harus
menjaga dan berusaha mempertahankan kesatuan dan persatuan negara kita yang
telah diperjuangkan oleh para pejuang-pejuang terdahulu. Jangan sampai kita
hancur dan terpecah belah hanya karena lemahnya ukhuwah wathaniyah yang kita
miliki. Berikut Al Qur’an surat Al Imran ayat 103, yang berbunyi:
Artinya: “Dan berpeganglah
kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang
neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
sumber ayat disini
Jadi, untuk mencapai menjadi bangsa yang makmur hendaknya kita dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dan meningkatkan ukhuwah wathaniyah.
Nah... sekarang udah pada
tau kan?
Jadiiiii....... siapapun
yang baca baik muslim ataupun non muslim tetep jaga kerukunan antar bangsa
yaaaaa.... karena kita saudara? Keluarga? Begitulah pokoknya yaa..
Oke... pipit pamit dulu..
mau merhatiin presentasi..
*ngeblog waktu kuliah
bahasa inggris*
Wassalamualaikum....
sumber lain:
·
Kaelany.
2006. Islam Agama Universal. Jakarta: Midada Rahma Press
·
Fachruddin,
Fuad. 2006. Agama dan pendidikan demokrasi: pengalaman Muhammadiyah dan
Nahdlatul Ulama. Jakarta: Pustaka Alvabet
·
0 komentar:
Posting Komentar